Pagi-pagi buta
Seorang ibu bergegas
Kaki tuanya menerabas rerumputan basah
Pinggangnya terasa ngilu
Pandangannya belum juga menajam
Sedang pening kepalanya belum juga pergi
Lunglai ia bertelut
Pada lutut yang bergetar perih
Lalu bibirnya berucap sendu
Anakku sakit, wahai Tabib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar