Jumat, 11 September 2020

Berjuang Sendirian


Malam telah larut
Ia lupa bahwa siang telah pergi berlalu
Harinya terlampau sibuk
Untuk sekedar memikirkan jam berapa saat ini

Ada puluhan tangan terkatup dalam gelisah
Sedangkan hati mereka meraihnya
Mata mereka menjeratnya 
Suara rintihan mereka menawannya
Hingga ia lupa berapa lama telah berdiri berjaga

Ada tangisan anak-anak
Namun bukan anaknya
Ada erangan pria paruh baya
Tapi bukan ayahnya
Ada juga rintihan ibu tua
Pun bukan ibunya
Dan ia lelah berjuang mengingat kapan
 terakhir kali berdiam dalam hangatnya keluarga

Hingga sakit mereka adalah sakitnya
Perih mereka adalah perihnya
Luka mereka adalah lukanya
Ketakutan mereka adalah ketakutannya
Sepi mereka adalah sepinya

Dan ketika jiwanya terbang melintasi langit
dia bahkan tak pernah sempat berpamitan. 
Apalagi menyiapkan tempat untuknya beristirahat

ENDE, 12 September 2020
Tentang tenaga medis yang berjuang sendirian melawan Covid19 karena yang lain sibuk berjuang untuk terjangkit dan menjangkiti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Menyerah

Jangan Menyerah Jangan menyerah walau dunia kadang tak adil Menuntutmu berjuang tanpa henti serentak mencercamu dengan kejam Jan...