Kemarin kau datang
membawa sekuntum cinta yang mekar
kelopaknya merah merayu
aromanya memabukkan isi kepala
Hari ini kau datang lagi
Dengan kuntum cinta yang layu terkoyak
kelopaknya merah penuh luka
sedang aroma pilu menyengat hati
Kau terkulai di dadaku yang bergemuruh
air matamu membanjir
sedang tubuhku diam bergeming
saat kau memelukku
sayup-sayup kau nyatakan bara cintamu
sambil menyebut namanya
Kini, air mata jatuh lagi
Tidak merintik dari matamu saja
Tapi membanjir dari mataku juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar