Senin, 28 September 2020

Seorang Ibu Meratap

Seorang ibu meratap 
Di hadapan jenazah  kekasihnya
Buah Cinta yang ia dekap
Sembilan bulan lamanya tanpa lelah

Seorang ibu meratap
Di hadapan putranya yang lelap
Bukan oleh nikmat air susunya
Setelah lelah bermain dan tertawa

Seorang ibu meratap
Di hadap raga kaku pria kecilnya
Yang memanggilnya mama
Lalu memeluknya saat hati pengap

Seorang ibu meratap
Di hadapan tubuh beku anaknya
Sejak kemarin maut merenggutnya
Tanpa pesan tanpa tanda

Seorang ibu meratap
Berharap langit berpihak pada andainya
Pulangkan ia jika boleh
Biar kurahimi dalam hangat kasih

Seorang ibu meratap
melepas pergi anaknya
Berkecamuk rela namun belum siap
Memaksa hati yang beku dalam luka
Pada duka di hadapan buah hatinya
Ia melihat namun tak bisa menatap
Kini cinta telah bersekat
Hanya doa melipatnya dekat

Seorang ibu meratap
Mendekam duka
Mendekap cinta
Pada pergi mencabik luka dalam sukma.

Ende, 28 September 2020
Rest in Love,  Albert Gerson Unfinit (Black Finit) 
Puisi ini saya persembahkan untuk ibunda dari Alm.  Gerson,  sahabat saya. 
Perempuan hebat yang menelan air mata pilu oleh duka.  

6 komentar:

  1. Selamat jalan teman rasa saudara jaman putih biru dan putih abu2 Albert Gerson Unfinit😭😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maut bahkan tak mampu merenggut kasih kita satu sama lain.

      Hapus
  2. ❤❤❤❤❤ meleleh baca ini

    BalasHapus
  3. Ibu meratap berharap langit berpihak pada andainya,,,,, ,

    BalasHapus

Jangan Menyerah

Jangan Menyerah Jangan menyerah walau dunia kadang tak adil Menuntutmu berjuang tanpa henti serentak mencercamu dengan kejam Jan...